UNTUK MU KAWAN
Kisah Nyata : Tentang Kasih Sayang Seorang Ibu
oleh Kumpulan Puisi pada 28 November 2011 jam 21:45
From: Sahabat.Thanks buat sahabat yg mengirim kisah ini..
Jepang ada semacam kebiasaan untuk membuang orang lanjut usia ke hutan. Mereka yang sudah lemah tak berdaya dibawa ke tengah hutan yang lebat, dan selanjutnya tidak diketahui lagi nasibnya. Alkisah ada seorang anak yang membawa orang tuanya (seorang wanita tua) ke hutan untuk dibuang. Ibu ini sudah sangat tua, dan tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Si anak laki-laki ini menggendong ibu ini sampai ke tengah hutan. Selama dalam perjalanan, si ibu mematahkan ranting-ranting kecil. Setelah sampai di tengah hutan, si anak menurunkan ibu ini.
“Bu, kita! sudah sampai”,kata si anak. Ada perasaan sedih di hati si anak. Entah kenapa dia tega melakukannya. Si ibu , dengan tatapan penuh kasih berkata:”Nak, Ibu sangat mengasihi dan mencintaimu. Sejak kamu kecil, Ibu memberikan semua kasih sayang dan cinta yang ibu miliki dengan tulus. Dan sampai detik ini pun kasih sayang dan cinta itu tidak berkurang.
Nak, Ibu tidak ingin kamu nanti pulang tersesat dan mendapat celaka di jalan. Makanya ibu tadi mematahkan ranting-ranting pohon, agar bisa kamu jadikan petunjuk jalan”. Demi mendengar kata-kata ibunya tadi, hancurlah hati si anak. Dia peluk ibunya erat-erat sambil menangis. Dia membawa kembali ibunya pulang, dan ,merawatnya dengan baik sampai ibunya meninggal dunia.
Mungkin cerita diatas hanya dongeng. Tapi di jaman sekarang, tak sedikit kita jumpai kejadian yang mirip cerita diatas. Banyak manula yang terabaikan, entah karena anak-anaknya sibuk bisnis dll. Orang tua terpinggirkan, dan hidup kesepian hingga ajal tiba. kadang hanya dimasukkan panti jompo, dan ditengok jikalau ada waktu saja. Kiranya cerita diatas bisa membuka mata hati kita, untuk bisa mencintai orang tua dan manula. Mereka justru butuh perhatian lebih dari kita, disaat mereka menunggu waktu dipanggil Tuhan yang maha kuasa. Ingatlah perjuangan mereka pada waktu mereka muda, membesarkan kita dengan penuh kasih sayang, membekali kita hingga menjadi seperti sekarang ini.
.......
Ibu.... Siapakah aku yg mampu membalas kebaikanmu? < ME
IBU
Saat aku di tinggalkan kekasih, perasaanku hanya biasa saja..
Saat aku di tinggalkan kekasih, perasaanku hanya biasa saja..
Tp saat aku tak melihat senyum Ibu 1 detik saja, entah knp prasaanku tak tenang.
Itu krna,, aku menyayangi Ibu sepenuhnya.
Sbab ada 1 hal yg selalu ku ingat, Surga di bawah telapak kaki Ibu.
Jika dengan Ibu kandung saja seseorang itu tidak sayang sepenuhnya, lalu
siapalagi yg akan dia sayangi?
Ibu adalah kebahagiaanku.
Ibu adalah malaikatku di Bumi.
Banyak manusia sekarang yg malu mengakui Ibunya itu sebagai Ibu
kandungnya didepan teman2nya. Mngkin krn Ibunya berpakaian compang
camping mnjumpai anaknya. Mngkin sang anak berkata dlm hati, 'Buat malu
aja Ibu ini'
Yaa msh bnyak lgi cerita lain tntang anak yg durhaka kpda Ibu.
Tp 1 hal lgi yg selalu ku ingat, Ibu adalah Surgaku di Dunia.
Dan yg selalu ku ingat, betapa tak berharganya nyawanya (Ibu) saat dia hendak melahirkan aku!
Ibu, siapakah aku yg mampu membalas kasih sayang dan perjuanganmu kepadaku?
Rajai hari dengan sabar..
Ketika debu semakin terasa kasar..
Dan panas matahari yang melintas dari timur ke barat, Seakan meminta aku menjadi pemeran utama hari ini..
Dan aku.. Pemuda tampan nan sederhana.. Dengan balutan kaos oblong
seharga 25000, dan sandal usang yang kubeli enam bulan yang lalu..,
maju menantang hari..
Peluh kubiarkan mengalir deras..
Dan kubiarkan matahari mencuri hitam rambutku..
Untuk hari ini saja..
Sekedar tuk mengakui.. Bahwa aku bisa menjadi yang tebaik..
Atau setidaknya bertahan dengan topangan satu kaki..
Ketika takdir terus menabuh genderang perang..
Dan aku harus terus melawan..
Hingga akhirnya panas matahari mengakui.. Bahwa AKU MENANG..!!
Setidaknya untuk hari ini...
Ini saja..
Artikel:
Sekolah menjadi semcam pusat kegiatan dan perkembangan
yang harus didukung berbagai pihaka
Sekolah menjadi semcam pusat kegiatan dan perkembangan
yang harus didukung berbagai pihaka
|
Bahan ini cocok untuk Informasi / Pendidikan Umum bagian Mohon Pilih. Nama & E-mail (Penulis): Ign.Sumarya SJ Saya Pengamat di Jakarta Tanggal: 10 April 2003 Judul Artikel: Sekolah menjadi semcam pusat kegiatan dan perkembangan yang harus didukung berbagai pihak Topik: penjernihan pendidikan Artikel:
Mencermati berbagai gejolak yang sedang
berkembang berhubungan dengan masalah pendidikan saat ini saya tergerak
untuk mensharingkan visi dan misi pendidikan berdasar dokumen dan
pengamatan.
Konsili Vatikan II (1965) mengatakan :"Sekolah menjadi semacam pusat,
yang harus didukung bersama oleh keluarga-keluarga, para guru, serba
ragam serikat yang memajukan kehidupan kebudayaan, kewargaan dan
keagamaan, dan oleh negara serta seluruh masyarakat" (Konsili Vatikan
II: Deklarasi tentang Pendidikan no 5). Dari kutipan di atas dapat
dilihat ada 6 unsur/stakeholders yang harus mendukung sekolah, bukan
mengganggu atau merepotkan, yaitu (dibahasakan sekarang): (1)
keluarga/orangtua, (2)guru, (3) LSM-LSM/yayasan, (4) instansi agama, (5)
negara/pemerintah dan (6) masyarakat. Gagasan ini kiranya sangat erat
dengan gerakan yang sedang dikerjakan sekarang yaitu dengan adanya
"Komite Sekolah" dan "Dewan Pendidikan".Keenam unsur tersebut diatas
diharapkan membantu, bukan mengganggu. Namun dalam kenyataan sering
mengganggu atau dirasakan mengganggu sekolah, entah salah siapa, mungkin
sering kurang komunikasi atau pemahaman yang benar akan fungsi dan
peran masing-masing.
Salah satu contoh yang cukup memprihatinkan sekarang
saat ini adalah masalah pendidikan agama di sekolah. Ada kesan
seolah-olah sekolah menjadi "tempat pendidikan/pengembangan agama", atau
masalah pendidikan dipersempit dan dikerdilkan menjadi pendidikan
agama. Hal ini nampak dengan pembaharuan aneka UU di negara kita. Hemat
kami tujuan pendidikan yang benar adalah "untuk mencerdaskan bangsa"
(cerdas intelektual, cerdas emosional, cerdas spiritual). Dalam catatan
beberapa waktu yang lalu saya pernah menyampakan ciri pendidikan yang
benar adalah "kebebasan dan cintakasih", tidak ada paksaan. Perhatikan
dan cermati buku "BELAJAR DARI MONYET" oleh Rung Kaewdang Ph.D, suatu
cara reformasi pembelajaran yang mangkus",Grasindo Jakarta 2002. Di
halaman depan(dalam) buku tersebut juga tertulis "Mengembangkan hubungan
kasih dan keramahan", tentu saja yang dimaksud disini hubungan antara
pendidik dan peserta didik. Kami berharap buku tersebut dapat menjadi
inspirasi dalam reformasi pendidikan di negara kita ini.
Berbagai ahli sering juga menggambarkan sekolah
seperti "warung atau restoran", dimana pemilik maupun pengelola
warung/restoran dengan penuh kebebasan dan keramahan menyajikan
"sesuatu" yang menarik untuk konsumen. Ada berbagai jenis dan warna
"warung/restoran" sesuai dengan aspirasi dan keunggulan masing-masing,
juga berkaitan dengan harga dst...Kita sedang bergerak dari sentralisasi
ke desentralisasi (bdk otonomi daerah, keputusan tentang komite dan
dewan sekolah dst..), maka kalau mau diatur lagi dari atas dengan
ketat...apa yang akan terjadi.
Sekali lagi dalam berbagai kesempatan saya senantiasa
mengingatkan "nampak bahwa apa yang diwajibkan tidak pernah operasional
secara benar". Lihat saja: mana undang-undang atau peraturan-peraturan
yang dijalankan dengan konsisten. Mengapa, karena mental orang
senantiasa mencari jalan pintas dan mudah atau cari terobosan menurut
keinginan sendiri (egois). Maka sekali lagi di sini saya mengingatkan
4(empat) pilar pendidikan yang dicanangkan oleh UNESCO "learning to
learn, learning to be, learning to do, learning to live together".
Pembelajaran adalah prosesm, bukan jalan pintas, atau
menerobos-menerobos. Semoga tidak terjebak dengan rumor SKS (=Sistem
Kebut Semalam atau Sistem Kebut Sejam).
Harapan kami 6 unsur/stakeholders sebagaimana kami sebutkan di atas
"membantu"/"mendukung" sekolah, bukan mengganggu atau membebani.
Kebebasan sekolah harus diberikan, tanpa kebebasan kita tidak dapat
menuntut tanggungjawab.
Demikian sekedar sharing dan harapan, semogaIgn.Sumarya SJ Saya Ign.Sumarya SJ setuju jika bahan yang dikirim dapat dipasang dan digunakan di Homepage Pendidikan Network dan saya menjamin bahwa bahan ini hasil karya saya sendiri dan sah (tidak ada copyright). . |
Artikel:
Pembatasan Pikiran Sangat Merugikan Perkembangan
Pendidikan di Indonesia
(Studi kasus Iraq)
Pembatasan Pikiran Sangat Merugikan Perkembangan
Pendidikan di Indonesia
(Studi kasus Iraq)
| Topik: Kalau ingin maju bukalah pikiran dan berpikir terbuka.
Maaf ya, saya sebagai orang Islam seringkali malu
mendengarkan Tokoh Agama berbicara di televisi dan di radio di negara
kita mengenai politik internasional. Keahlian mereka di bidang agama,
tetapi mengapa mereka sering ditanya mengenai masalah luar negeri? Tanpa
bermaksud mengurangi respek kepada mereka, kelihatannya secara umum,
mereka tidak begitu mengerti dan tidak punya keahlian khusus mengenai
hal-hal luar negeri. Mereka belajar dari mana? Kapan mereka studi
politik internasional? Masyarakat Indonesia sudah seharusnya mulai heran
mengenai kebenaran informasi diluar masalah keagamaan dari Tokoh Agama
(ingat kasus Afghanistan - masyarakatnya ternyata menyambut gembira
jatuhnya Taliban).
Sebagai contoh yang paling aktual adalah "kasus Iraq" - Apa yang dapat kita petik dari kejadian di Iraq?
Jelas Tokoh Agama yang membela Saddam Hussein tidak pernah mendengar cerita-cerita dari pengungsi Iraq (sampai dua juta (2.000.000) orang Iraq lari dari Saddam Hussein). Kelihatnya mereka (Tokoh Agama) juga tidak punya pengalaman sendiri di negara Iraq. Kira-kira dua tahun yang lalu Indonesia menerima sekitar 2.000 pengungsi dari Iraq. Saya sendiri sudah kenal beberapa pengungsi dari Iraq dan kita tentu harus menaruh simpati kepada masyarakat Iraq. Bukan karena perang kemarin (sekarang ada harapan) tetapi karena tidak ada negara lain (termasuk negara Islam) yang mau membantu mereka untuk menjatuhkan Saddam Hussein.
Masyarakat Iraq selama zaman Saddam Hussein
sering dipaksa untuk melakukan peperangan dengan Iran (negara Islam
juga), Kuwait (negara Islam), perang dengan suku-suku masyarakat sendiri
(seperti terjadi di Indonesia) dan korbannya sudah ribuan orang (orang
Islam). Mengapa Tokoh Agama di Indonesia tidak meributkan mengenai
ribuan korban (orang Islam) tersebut yang meninggal di tangan Saddam
Hussein? Kelihatannya banyak Tokoh Agama Indonesia lebih sibuk dengan
tujuan politik tertentu. Mengapa mereka masih mau meributkan hal ini
sekarang padahal Iraq baru mempunyai kesempatan untuk menentukan masa
depan yang lebih baik? Sekarang banyak pengungsi Iraq sudah mau pulang
ke negerinya. Lihat sendiri kemajuan Iraq nanti, Indonesia pasti
ketinggalan!
(Ref. Dari ttp://www.refugees.org/ - zaman Saddam Hussein)
"Between 1 and 2 million Iraqis estimated to be living outside Iraq were believed to have a well-founded fear of persecution if they returned, although only about 300,000 had any formal recognition as refugees or asylum seekers in 2001. Some 203,000 Iraqi refugees were living in Iran, while 5,100 Iraqi refugees remained in the Rafha camp in Saudi Arabia at year’s end. During the year, some 41,238 Iraqis applied for asylum in Western industrialized countries, mostly in Europe. The largest number, 17,708, applied for asylum in Germany, followed by the United Kingdom (6,805), and Sweden (6,206). Many, such as the 250,000 to 300,000 Iraqis in Jordan and about 40,000 Iraqis in Syria, remained undocumented and were not formally recognized or protected as refugees." Untuk yang ingin belajar mengenai keadaan masyarakat Iraq zaman Saddam Hussein mohon mampir ke http://www.refugees.org/world/countryrpt/mideast/iraq.htm.
Mengapa Saudia Arabia mendukung USA dalam perang
Irak kemarin? Mengapa negara-negara tetangganya yang notabene adalah
negara Islam diam saja sewaktu Amerika masuk Iraq? Ini hal-hal penting
dan tidak banyak dibahas secara rasional di Indonesia, mengapa? Apakah
negara tetangga Islam juga sebenarnya beharap Saddam Hussein dijatukan
supaya semua negara lebih aman di Timur Tenggah? Apakah negara-negara
tetangganya setuju bahwa masyarakat Iraq akan dapat lebih tenang dan
dapat mulai merancang masa depan yang lebih baik tanpa Saddam? Mengapa
orang Iraq merangkul dan memeluk tentara Amerika dan ingin menghancurkan
monumen Saddam Hussein di Bagdad? Untuk memahami masalah ini dan
memperluas perspektif sebaiknya kita melihat sejarah Iraq melalui
situs-situs yang ada seperti http://www.zum.de/whkmla/region/arabworld/xiraq.html dan banyak situs yang lain juga.
Hal-hal penting terkait dengan kajian dunia pendidikan adalah:
Pesan untuk Tokoh Agama
Saya Muhammad Iqbal setuju jika bahan
yang dikirim dapat dipasang dan digunakan di
Homepage Pendidikan Network dan saya menjamin bahwa
bahan ini hasil karya saya sendiri dan sah (tidak
ada copyright).
Bila Tokoh Agama ingin mengadakan jihad, mengapa tidak untuk "Jihad Korupsi" atau "Jihad Kemiskanan" di negara kita, atau terus meributkan mengenai "ribuan anak bangsa kita" (orang Islam) yang sudah, dan akan meninggal di Aceh "di tangan orang Islam" (kita sendiri) kalau masalahnya tidak cepat dibereskan. Atau, "Jihad Pendidikan" supaya anggaran yang sesuai dengan kebutuhan dan kepentingan negara terrealisasi. Negara kita termasuk yang paling tidak benar di dunia. Mohon jangan memalukan negara kita terus. Kalau mau cari orang yang jahat, tidak harus jalan jauh, banyak di sini. Sebaiknya konsentrasi untuk memperbaiki hal-hal yang menguntungkan negara kita. |
Teh
Minuman Kesehatan
Teh merupakan tanaman daerah tropis dan subtropis yang secara ilmiah dikenal dengan Camellia Sinensis. Dari kurang lebih 3000 jenis teh hasil perkawinan silang, didapatkan 3 macam teh hasil proses, yaitu teh hijau, teh oolong, dan teh hitam. Cara pengolahan teh yaitu dengan merajang daun teh dan dijemur di bawah sinar matahari sehingga mengalami perubahan kimiawi sebelum dikeringkan. Perlakuan tersebut akan menyebabkan warna daun menjadi coklat dan memberi cita rasa teh hitam yang khas.
Teh merupakan tanaman daerah tropis dan subtropis yang secara ilmiah dikenal dengan Camellia Sinensis. Dari kurang lebih 3000 jenis teh hasil perkawinan silang, didapatkan 3 macam teh hasil proses, yaitu teh hijau, teh oolong, dan teh hitam. Cara pengolahan teh yaitu dengan merajang daun teh dan dijemur di bawah sinar matahari sehingga mengalami perubahan kimiawi sebelum dikeringkan. Perlakuan tersebut akan menyebabkan warna daun menjadi coklat dan memberi cita rasa teh hitam yang khas.
Teh hijau, jenis teh tertua, amat disukai terutama
oleh masyarakat Jepang dan Cina. Di sini daun teh
mengalami sedikit proses pengolahan, hanya pemanasan dan
pengeringan sehingga warna hijau daun dapat
dipertahankan. Sedangkan teh oolong lebih merupakan
jenis peralihan antara teh hitam dan teh hijau. Ketiga
jenis teh masing-masing memiliki khasiat kesehatan
karena mengandung ikatan biokimia yang disebut
polyfenol, termasuk di dalamnya
flavonoid. Flavonoid merupakan suatu
kelompok antioksidan yang secara alamiah ada di dalam
sayur-sayuran, buah-buahan, dan minuman seperti teh dan
anggur.
Subklas polifenol meliputi flavonol, flavon, flavanon, antosianidin, katekin, dan biflavan. Turunan dari katekin seperti epi-cathecin (EC), epigallo-cathecin (EGC), epigallo-cathecin gallate (EGCg), dan quercetin umumnya ditemukan di dalam teh. EGCg dan quercetin merupakan anti oksidan kuat dengan kekuatan hingga 4-5 kali lebih tinggi dibandingkan vitamin E dan C yang juga merupakan antioksidan potensial. Antioksidan diketahui mampu menghindarkan sel dari kerusakan mengingat setiap kerusakan sel akan menyumbang lebih dari 50 penyakit.
Teh hijau mengandung EGCg, demikian juga teh hitam, demikian dikatakan seorang ahli biokimia. Dalam sebuah studi yang dilakukan peneliti Belanda menyebutkan, mengkonsumsi 4-5 cangkir teh hitam setiap hari akan menurunkan resiko stroke hingga 70% dibanding dengan mereka yang mengkonsumsi teh 2 cangkir sehari atau kurang. Laporan lainnya menyebutkan lebih banyak mengkonsumsi teh hitam berhubungan dengan rendahnya kasus serangan jantung. John Folts, Direktur Sekolah Medis, Pusat Penelitian dan Pencegahan Arteri Trombosis, Universitas Wisconsin, AS menemukan kunci khasiat dalam teh yaitu flavonoid. Hasil penelitiannya menunjukkan, flavonoid dalam teh hitam mampu menghambat penggumpalan sel-sel platelet darah sehingga mencegah penyumbatan pembuluh darah pada penyakit hantung koroner dan stroke. Studi lain menyebutkan bahwa peminum teh fanatik memiliki kadar kolesterol dan tekanan darah yang rendah, meskipun masih belum jelas apakah semuanya itu langsung disebabkan karena teh.
Para peneliti di Universitas Case Western Reserve, Cleveland, AS menemukan pengaruh penggunaan teh hijau pada kulit hingga 90 %. Ternyata teh sangat efektif melindungi kulit dari sinar matahari yang dapat mengakibatkan kanker kulit. Teh juga diketahui mengandung fluoride yang dapat menguatkan email gigi dan membantu mencegah kerusakan gigi. Dalam suatu studi laboratorium di Jepang, para ahli menemukan bahwa teh membantu mencegah pembentukan plak gigi dan membunuh bakteri mulut penyebab pembengkakan gusi.
Penelitian di Jepang menunjukkan, daerah penghasil teh yang pendudukanya terkenal sebagai peminum teh fanatik, sangat rendah angka kematiannya yang disebabkan oleh kanker. Hasil studi lainnya, dilakukan kerjasama antara tim peneliti Oguni dan pusat penelitian kanker di Beijing untuk mempelajari pengaruh ekstrak teh hijau pada tikus yang telah diberi ransum makanan karsinogenik (zat pemicu kanker). Dilaporkan, angka rata-rata kanker pada tikus yang memperoleh ekstrak teh hijau setengah dari tikus yang tidak memperoleh ekstrak teh hijau.
Para peneliti yakin bahwa polifenol yang dikenal sebagai cathecin yang terdapat pada teh hijau, membantu tubuh manusia melawan sel kanker. Studi lainnya dilakukan oleh Oguni dan Dr. Masami Yamada dari Hamamatsu Medical Center menemukan cathecin membunuh Helicobator pylori, bakteri pemicu kanker lambung.
Subklas polifenol meliputi flavonol, flavon, flavanon, antosianidin, katekin, dan biflavan. Turunan dari katekin seperti epi-cathecin (EC), epigallo-cathecin (EGC), epigallo-cathecin gallate (EGCg), dan quercetin umumnya ditemukan di dalam teh. EGCg dan quercetin merupakan anti oksidan kuat dengan kekuatan hingga 4-5 kali lebih tinggi dibandingkan vitamin E dan C yang juga merupakan antioksidan potensial. Antioksidan diketahui mampu menghindarkan sel dari kerusakan mengingat setiap kerusakan sel akan menyumbang lebih dari 50 penyakit.
Teh hijau mengandung EGCg, demikian juga teh hitam, demikian dikatakan seorang ahli biokimia. Dalam sebuah studi yang dilakukan peneliti Belanda menyebutkan, mengkonsumsi 4-5 cangkir teh hitam setiap hari akan menurunkan resiko stroke hingga 70% dibanding dengan mereka yang mengkonsumsi teh 2 cangkir sehari atau kurang. Laporan lainnya menyebutkan lebih banyak mengkonsumsi teh hitam berhubungan dengan rendahnya kasus serangan jantung. John Folts, Direktur Sekolah Medis, Pusat Penelitian dan Pencegahan Arteri Trombosis, Universitas Wisconsin, AS menemukan kunci khasiat dalam teh yaitu flavonoid. Hasil penelitiannya menunjukkan, flavonoid dalam teh hitam mampu menghambat penggumpalan sel-sel platelet darah sehingga mencegah penyumbatan pembuluh darah pada penyakit hantung koroner dan stroke. Studi lain menyebutkan bahwa peminum teh fanatik memiliki kadar kolesterol dan tekanan darah yang rendah, meskipun masih belum jelas apakah semuanya itu langsung disebabkan karena teh.
Para peneliti di Universitas Case Western Reserve, Cleveland, AS menemukan pengaruh penggunaan teh hijau pada kulit hingga 90 %. Ternyata teh sangat efektif melindungi kulit dari sinar matahari yang dapat mengakibatkan kanker kulit. Teh juga diketahui mengandung fluoride yang dapat menguatkan email gigi dan membantu mencegah kerusakan gigi. Dalam suatu studi laboratorium di Jepang, para ahli menemukan bahwa teh membantu mencegah pembentukan plak gigi dan membunuh bakteri mulut penyebab pembengkakan gusi.
Penelitian di Jepang menunjukkan, daerah penghasil teh yang pendudukanya terkenal sebagai peminum teh fanatik, sangat rendah angka kematiannya yang disebabkan oleh kanker. Hasil studi lainnya, dilakukan kerjasama antara tim peneliti Oguni dan pusat penelitian kanker di Beijing untuk mempelajari pengaruh ekstrak teh hijau pada tikus yang telah diberi ransum makanan karsinogenik (zat pemicu kanker). Dilaporkan, angka rata-rata kanker pada tikus yang memperoleh ekstrak teh hijau setengah dari tikus yang tidak memperoleh ekstrak teh hijau.
Para peneliti yakin bahwa polifenol yang dikenal sebagai cathecin yang terdapat pada teh hijau, membantu tubuh manusia melawan sel kanker. Studi lainnya dilakukan oleh Oguni dan Dr. Masami Yamada dari Hamamatsu Medical Center menemukan cathecin membunuh Helicobator pylori, bakteri pemicu kanker lambung.
Langganan:
Postingan (Atom)